
Pada hari Jumat, 18 Desember 2009, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, diwakili oleh Asdep Partisipasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan, Ir. Johny P. Kusumo, MBA menyerahkan sertifikat kepada PT Garuda Indonesia sebagai bentuk apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup kepada Garuda Indonesia yang telah melaksanakan CSR (Corporate Sosial Responsibility) bidang lingkungan hidup. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Meneg BUMN Bidang UKM dan Investasi Gumilang Harjakusuma, Wakil Kepala Kepolisian Nusa tenggara Barat Komisaris Besar Soebagyo MM, Wakil Kementerian Negara Lingkungan Hidup serta seluruh Direksi, Direktur dan seluruh jajaran staf KLH.
Sebagai bentuk kepedulian dan ”concern” terhadap kelestarian alam - khususnya dalam melakukan upaya pelestarian hewan penyu dari kepunahan; Garuda Indonesia menyerahkan tempat penangkaran penyu di pulau Gili Trawangan, Propinsi Nusa Tenggara Barat kepadamasyarakat pulau Gili Trawangan dan sekitarnya.
Peresmian tempat penangkaran penyu tersebut telah dilaksanakan secara simbolis pada hari Kamis (17/12) melalui penandatanganan prasasti peresmian oleh Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat, TGH Zainul Majdi MA, dan Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia, Achirina, di kota Bima, NTB bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-51 Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan tersebut Garuda Indonesia juga menyalurkan dana program kemitraan tahun 2009 propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp. 565 juta, serta dana untuk program bina lingkungan sebesar Rp. 287 juta.Garuda Indonesia berharap kegiatan penangkaran penyu ini dapat mambantu menjaga kelestarian penyu di pulau Gili Trawangan. Penangkaran penyu diharapkan juga dapat memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui kegiatan ekowisata di Gili Trawangan”.
Tempat penangkaran penyu seluas 10 X 24 m yang terletak di pinggir pantai desa Gili Indah, pulau Gili Trawangan tersebut telah dilaksanakan pembangunannya sejak bulan April 2009 lalu, dan program tersebut berjalan dengan sangat baik berkat kerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan acara penyerahan tersebut telah dilaksanakan pelepasan sebanyak 100 ekor penyu berusia 9 bulan hasil penangkaran. Pelepasan penyu tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali setahun. Penyu–penyu tersebut merupakan penyu yang dibeli dari masyarakat sekitar yang peduli atas kelestarian hewan penyu.
Sebelumnya pada tahun 2007 lalu, Garuda Indonesia juga telah menyatakan komitmennya dalam pelaksanaan CSR bidang Lingkungan Hidup, dengan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain:
1. Penanaman 100 ribu pohon jenis Punai, Jelutung dan Blangiran di areal seluas 250 hektar dalam rangka penanaman kembali hutan di Taman Nasional Sebangau yang terbakar. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Pemda Kalimantan Tengah dan WWF. Program tersebut dinamakan ”one passenger one tree” karena dana untuk program tersebut disisihkan oleh Garuda Indonesia dari revenue yang didapat dari beberapa rute diluar negeri sebesar USD 3 per penumpang.
2. Penanaman sebanyak 50 ribu pohon di desa Karang Tengah, Bantul, Yogyakarta, yang menjadi sentra produk kerajinan yang berasal dari ulat sutera. Untuk ini, Garuda Indonesia, sebelumnya juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DI Jogjakarta dan Yayasan Royal Silk Jogjakarta.
Hal-hal yang telah dilaksanakan Garuda Indonesia merupakan contoh positif bagi dunia usaha lainnya untuk peduli terhadap pengelolaan lingkungan hidup melalui skema CSR bidang lingkungan hidup.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar